Archive for November 2009
(bukan) cicak dan buaya
Buaya dan Cicak mungkin menjadi bagian dari keluarga binatang yang paling bahagia saat-saat ini.
Mereka disebut disetiap tayangan televisi, baik tv swasta yang khusus berita atau hiburan maupun tv milik pemerintah.
Buaya dan Cicak juga sempat masuk ke acara gosip, lifestyle dan petualangan juga..
loh koq bisa…?? Lha iya.. itu di beberapa acara gosip dan lifestyle, mungkin jurnalis-jurnalis infotainment sudah males cari berita hangat, jadi pake pertanyaan bagaimana pendapat artis soal Buaya dan Cicak… gampang toh..
Kalau di acara petualang ya pasti buaya menjadi dirinya sendiri, makan daging, suka berendam dan berkulit tajam kasar… hehe..
Beberapa saat sebelum niat menulis ini muncul, ternyata ada tulisan di FB aku tertanggal 17 September tentang harapan kepada pemerintah untuk tidak menikmati euforia setelah menangkap terosis.
Dan ternyata bola ini masih bergulir dan makin membesar dalam 2 bulan dan akhirnya meledak di Mahkamah Konstitusi saat ada rekaman hasil penyadapan.
Nah.. setelah ‘ledakan’ ini terjadi, artinya saatnya untuk menemukan siapa ‘pemicu’nya, siapa yang pasang ‘detonator’, siapa yang bagian beli ‘dinamit atau TNT’, dan tentu saja siapa yang hendak diledakkan..
Jawaban dari ‘siapa’ inilah yang belum muncul..
Para pujangga sedang berlomba untuk merasionalkan skenario, agar tentu saja tidak menjadi kambing hitam dari kejadian yang telah terjadi dan memalukan ini.
(yang jago bikin drama pasti menang deh…):p
—————————————————————————————————————————————
Suatu siang dengan gagah berani, Cicak menemui Buaya di kandangnya yang luas dan tenang.. “sudahlah teman, kita akhiri saja perseteruan ini, percuma saja kalau kita lanjudkan, karena hanya dirimu yang akan di ekspos besar-besaran, karena engkau memang ganas, kasar dan menarik untuk dijadikan obyek foto…” kata cicak.
Buaya tersenyum dan melirik cicak “hahaha… cicak kecil, sudahlah…lakukan saja apa yang kita rencanakan bersama ini..percayalah padaku..”
Cicak hanya terdiam dan bergerak cepat menyambar serangga kecil yang tidak sadar akan kehadirannya. Selesai mengunyah hewan itu, cicak berujar “apa untungnya buat dirimu, selain makin dikenal sebagai hewan pemangsa yang kejam dan buas..??”
“tentu saja aku jadi terkenal dan semua perhatian kepada kebun binatang ini juga hanya kepadaku, tidak pada harimau atau jerapah lagi.. dan dirimu, tentu saja sangat gembira juga karena semakin banyak manusia datang, maka nyamuk dan serangga kecil juga banyak yang datang sebagai santapanmu.. iya khan..” tanggap buaya..
Cicak tersenyum.. “yo wis, sak karepmu…” (ya sudah, terserah apa maumu)
dengan dialek Suroboyoan yang kental….
—————————————————————————————————————————————–
Dan 3 orang superhero itu pun datang dengan sukarela..
Sang manusia super dengan kemampuan terbangnya, SUPERMAN…
Sang pahlawan kelelawar, BATMAN…
Dan Sang Rendah Hati, SPIDERMAN…
Mereka hadir dengan serempak untuk memenuhi panggilan TPF (Team Pencari Fahlawan) yang baru saja dibentuk untuk membantu mengungkap kasus Kriminalisasi dan Korupsi yang baru saja terjadi ini.
Mereka siap bergabung dan akhirnya TPF saat ini berjumlah genap 10 orang dengan kapabilitas yang tidak diragukan lagi.
Dan mereka juga sepakat, bahwa semua kasus ini akan mereka ungkap secepat dan seakurat mungkin sesuai dengan permintaan pihak mana yang bisa bayar mereka paling tinggi… hehe..:p
(teteup..)